Daerah

Pastikan Manfaat Pembangunan Merata, Padang Pariaman Perkuat Pengarusutamaan Gender ‎

×

Pastikan Manfaat Pembangunan Merata, Padang Pariaman Perkuat Pengarusutamaan Gender ‎

Sebarkan artikel ini

Padangpariaman — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat komitmen mewujudkan pembangunan yang inklusif, adil, dan setara bagi seluruh masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Bimbingan Teknis Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (21/10/2026).

‎Kegiatan ini dihadiri Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, unsur Forkopimda, para asisten, staf ahli bupati, inspektur, Sekretaris DPRD, kepala perangkat daerah, Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ketua GOW, Ketua DWP, camat se-Kabupaten Padang Pariaman, serta tamu undangan lainnya.

‎Dalam sambutannya, Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa Pengarusutamaan Gender bukan sekadar program yang ditujukan bagi perempuan, melainkan strategi pembangunan untuk memastikan perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan, akses, partisipasi, kontrol, serta manfaat pembangunan secara adil dan setara.

‎Menurutnya, perspektif gender perlu menjadi bagian penting dalam seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program pemerintah dapat disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat yang beragam.

‎“Pengarusutamaan Gender tidak boleh hanya dipahami sebagai kegiatan administratif, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam penyusunan program dan kegiatan di setiap perangkat daerah sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Bupati.

‎Ia juga menekankan pentingnya penguatan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) sebagai instrumen untuk memastikan kebijakan dan alokasi anggaran pemerintah mampu menjawab persoalan serta kebutuhan yang berbeda antara perempuan dan laki-laki.

‎Melalui penerapan PPRG, setiap perangkat daerah diharapkan mampu mengidentifikasi kesenjangan gender yang masih terjadi, kemudian merumuskan program dan kegiatan yang tepat untuk mengurangi kesenjangan tersebut. Dengan begitu, anggaran yang digunakan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

‎Bupati turut mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan PUG membutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pihak. Tidak hanya perangkat daerah dan Kelompok Kerja PUG, tetapi juga Tim Penggerak PKK, organisasi perempuan, dunia pendidikan, dunia usaha, serta masyarakat secara luas.

‎Ia mengajak seluruh peserta mengikuti sosialisasi dan bimbingan teknis dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman, berdiskusi, serta berbagi pengalaman guna meningkatkan kualitas penerapan PUG di Kabupaten Padang Pariaman.

‎“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran dan banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat pembangunan tersebut dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

‎Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap penerapan PUG dan PPRG semakin terintegrasi dalam kebijakan pembangunan daerah. Dengan demikian, perempuan dan laki-laki memiliki ruang yang setara untuk berperan, berkontribusi, berkembang, serta mengambil bagian dalam mewujudkan Padang Pariaman yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. (*)