Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Cerita Edra Lina, Tenaga Medis RSUD Padangpariaman, Berjuang Melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 | 13:41
Edra Lina.

Edra Lina.

Share on FacebookShare on Twitter

Lintassumbar.id – Virus corona menjadi musuh yang harus dilawan bersama. Dalam mengatasi masalah ini, pemerintah tak bisa bekerja sendiri dan harus bekerja sama dengan berbagai kalangan masyarakat. Petugas medis menjadi garda terdepan untuk menghadapi Covid-19 ini, semakin banyaknya kasus dan pasien yang terinfeksi corona, semakin berat juga perjuangan para pahlawan medis.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan tidak tertutup kemungkinan dan bahkan berpeluang besar bagi para medis untuk terpapar virus corona ini. Salah satu garda terdepan yang terpapar Covid-19 yakni tenaga medis dari RSUD Padang Pariaman Ns. Hj. Edra Lina, S.Kep yang pada saat ini menjabat sebagai Kasi Pelayanan RSUD Padang Pariaman.

BacaJuga

20 Atlit Tarung Derajat Kota Pariaman Ikuti Kejurnas 2026

Kafilah Porsadin Pariaman Duduki Peringkat 5 se Sumbar

Edralina diduga terpapar Covid-19 pada saat melakukan tugasnya sebagai tenaga medis dimana pada tanggal 25 April 2020 beliau kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 saat pengambilan swab pasien tersebut. Setelah pengambilan swab tersebut pada 2 Mei 2020 beliau melakukan tes Swab meskipun tidak ada gejala namun ia tetap menjalani tes tersebut sesuai protokol kesehatan Covid-19.

“Setelah pengambilan swab terhadap pasien positif Covid-19, saya juga melakukan tes swab meskipun pada saat itu tidak ada gejala yang dirasakan namun saya tetep menerapkan protokol kesehatan hingga pada tanggal 3 Mei 2020 keluar hasilnya dan dinyatakan positif,”tuturnya.

Mendapati hasil tersebut, ia mengaku sangat menerima kenyataan tersebut. Apalagi jika mengingat protokol yang harus ia jalani nantinya.

“Yang terberat tentu harus berpisah dengan keluarga, apalagi anak saya masih kecil, belum lagi stigma negatif dari masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan pada tanggal 4 Mei 2020 ia langsung dikarantina ke Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di Gunung Pangilun dan pada hari tersebut juga dilakukan tes swab berikutnya, pada 5 Mei 2020 dan dinyatakan positif lagi.

“Saat mengetahui hasil tes swabnya positif lagi, saya sempat merasa down dan bertanya-tanya apakah ini akhir dari semua? Namun setelah mendapat dukungan dari orang-orang terdekat terutama keluarga saya mencoba untuk bangkit kembali dan saat karantina saya selala memotivasi diri dengan mensugesti diri sendiri bahwa virus dilawan dengan imun yang bagus dengan terus berprasangka baik kepada Allah SWT yang telah memberikan cobaan dan gembira untuk terus meningkatkan daya tahan tubuh,”sambungnya.

Istri dari Dasril Hemansyah, ini juga menceritakan pertama kali dinyatakan positif sebenarnya bisa dengan karantina di rumah saja. Namun stigma masyarakat yang belum paham akan Covid-19 masih mengganggap ini aib sehingga keluarganya sempat dikucilkan.

ASN yang diangkat pada tahun 2000 ini menyadari sebagai tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19, terpapar Covid-19 sudah menjadi resiko sebuah pekerjaan terutama tim medis yang harus rela bertaruh nyawa demi menyelamatkan nyawa yang lain dan tidak ada yang harus disesalkan.

“Semua yang terjadi ini merupakan kehendak Allah SWT dan akan ada hal yang baik dibalik semua rencanaNya,” ujarnya.

“Selama proses karantina di Bapelkes dalam ruangan tersebut hanya saya sendiri tidak ada teman untuk mengobrol dan berkomunikasi, beruntungnya para petugas di Bapelkes tersebut memberikan pelayanan sangat baik dan sesuai dengan protokol kesehatan, serta mereka terus mendukung penyembuhan dengan ngobrol dan selalu memberikan semangat,”ucapnya.

Ibu tiga orang anak ini juga melanjutkan selama berada dikarantina hal yang paling sulit untuk dijalani harus berpisah dengan keluarga dan anak-anaknya terutama anak yang paling kecil baru berusia 3,5 tahun, namun dengan dukungan yang diberikan keluarga terutama suaminya yang selalu berkomunikasi pada waktu berbuka dan waktu sahur semakin mendorong beliau untuk berusaha melawan Covid-19 ini hingga dinyatakan sembuh.

“Pada 13 Mei 2020 kembali dilakukan pengambilan tes swab dan hasinya dinyatakan negatif, namun harus menunggu swab selanjutnya hingga dinyatakan benar-benar sembuh, pada 16 Mei 2020 Swab terakhir dan hasilnya negatif sehingga saya diperbolehkan pulang, kurang lebih 21 hari selama berada di karantina banyak yang saya rasakan diantaranya hanya tinggal sendiri tanpa ada teman di dalam kamar yang berukuran 3 tiga kali 4 dan harus menanggung rasa sakit saat pengambilan swab yang dilakukan beberapa kali tersebut,” terangnya.

Ia memberikan pesan kepada masyarakat jika menjadi pasien terpapar Covid-19 janganlah bersedih dan teruslah berprasangka baik kepada Allah karena akan ada anugrah di balik musibah serta terus memotivasi diri dan yakin harus sembuh.

“Terus menambah pengetahuan terhadap Covid-19, terus konsumsi vitamin C dan E, Kalau bakteri dilawandengan anti biotik. Dan untuk Tenaga Kesehatan jika sudah memilih pekerjaan itu harus siap menerima resiko dan harus menerima resiko tersebut, disiplin mengunakan protokol kalau tidak sama dengan bunuh diri,” pungkasnya. (*)

Share417TweetSend

Berita Terkait

20 Atlit Tarung Derajat Kota Pariaman Ikuti Kejurnas 2026

Selasa, 8 September 2026 | 08:14

...

Kafilah Porsadin Pariaman Duduki Peringkat 5 se Sumbar

Selasa, 8 September 2026 | 08:07

...

Walikota Pariaman Tanggapi Pandangan Fraksi DPRD terkait RAPBDP 2026

Selasa, 8 September 2026 | 08:04

...

7 Ruas Jalan di Padangpariaman Segera Dihotmix

Selasa, 8 September 2026 | 08:00

...

Pemko Padang Bagikan 11 Ribu Masker Gratis di Tengah Kabut Asap

Selasa, 8 September 2026 | 06:14

...

Pertamina, Polda Sumbar dan Pemprov Sidak SPBU, Temukan Indikasi Pelanggaran Nopol

Selasa, 8 September 2026 | 06:06

...

21 Penerbangan di Bandara Minangkabau Batal Akibat Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 | 22:53

...

Walikota Padang Keluarkan Edaran Mitigasi Kabut Asap, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Minggu, 6 September 2026 | 22:51

...

BERITA TERKINI

20 Atlit Tarung Derajat Kota Pariaman Ikuti Kejurnas 2026

Selasa, 8 September 2026 | 08:14

Kafilah Porsadin Pariaman Duduki Peringkat 5 se Sumbar

Selasa, 8 September 2026 | 08:07

Walikota Pariaman Tanggapi Pandangan Fraksi DPRD terkait RAPBDP 2026

Selasa, 8 September 2026 | 08:04

7 Ruas Jalan di Padangpariaman Segera Dihotmix

Selasa, 8 September 2026 | 08:00

Pemko Padang Bagikan 11 Ribu Masker Gratis di Tengah Kabut Asap

Selasa, 8 September 2026 | 06:14

Pertamina, Polda Sumbar dan Pemprov Sidak SPBU, Temukan Indikasi Pelanggaran Nopol

Selasa, 8 September 2026 | 06:06

21 Penerbangan di Bandara Minangkabau Batal Akibat Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 | 22:53

Walikota Padang Keluarkan Edaran Mitigasi Kabut Asap, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Minggu, 6 September 2026 | 22:51

Pendaftaran Perlinsos Diperpanjang hingga 31 Desember 2026, Warga Padang Diminta Segera Daftar

Minggu, 6 September 2026 | 11:08

Tim Klewang Amankan Pria Bawa Parang di Gunung Pangilun, Nangis Saat Dibawa Polisi

Minggu, 6 September 2026 | 10:46

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 7 Flight dari dan ke BIM Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 | 10:42

Keluarga Guru PPPK yang Tewas di Mes Polisi Pessel Minta Gelar Perkara Khusus

Jumat, 4 September 2026 | 06:01
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.