Sawahlunto – Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade, memimpin upacara pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Laskar Kader Partai Gerindra Sumbar di Camping Ground Kandih, Kota Sawahlunto, Jumat (18/9/2026).
Diklat yang berlangsung selama tiga hari, hingga Minggu (20/9), tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Peserta berasal dari DPC Partai Gerindra serta kalangan anak muda yang mengikuti proses pengaderan partai.
Dalam kegiatan itu, Andre bertindak sebagai pemimpin upacara. Pembukaan turut disaksikan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, serta sejumlah anggota DPR RI, DPRD Sumbar, dan DPRD kabupaten/kota.
Andre mengatakan, pendidikan dan pelatihan laskar menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengaderan Partai Gerindra di Sumbar. Menurutnya, kader tidak hanya dituntut memiliki semangat berorganisasi, tetapi juga disiplin, loyal, dan berintegritas.
“Diklat Laskar ini merupakan bagian penting dari proses pengaderan Partai Gerindra di Sumatera Barat. Kita ingin kader-kader yang mengikuti kegiatan ini memiliki disiplin, loyalitas, integritas, serta memahami nilai-nilai perjuangan partai,” kata Andre.
Ia berharap kader yang mengikuti diklat mampu menjadi bagian dari kekuatan organisasi yang hadir dan bekerja bersama masyarakat.
Selain penguatan internal organisasi, Andre meminta kader memahami berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemahaman tersebut dinilai penting agar kader dapat menjelaskan program pemerintah kepada masyarakat ketika berada di lapangan.
“Kita juga ingin kader memahami program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sehingga ketika berada di tengah masyarakat, mereka mampu menjelaskan program tersebut dengan baik. Ini bagian dari upaya kita memperkuat kapasitas dan kualitas kader Gerindra di Sumatera Barat,” ujarnya.
Kader Didorong Militan
PIC Badilklat DPP Partai Gerindra di Sumbar, Masrul, mengatakan diklat tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan kader yang militan.
Menurutnya, militansi tidak hanya diukur dari semangat kader, tetapi juga dari pemahaman terhadap organisasi, kedisiplinan dalam menjalankan tugas, dan komitmen terhadap perjuangan partai.
“Diklat ini merupakan bagian dari proses pendidikan dan pengaderan untuk menciptakan kader-kader yang militan. Militan dalam arti memiliki pemahaman terhadap organisasi, disiplin dalam menjalankan tugas, serta memiliki komitmen terhadap perjuangan partai,” kata Masrul.
Ia berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman materi selama diklat, tetapi mampu menerapkannya dalam aktivitas organisasi dan kehidupan bermasyarakat.
“Kita berharap setelah mengikuti diklat ini, para peserta tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas organisasi dan kehidupan bermasyarakat. Mereka harus memiliki karakter, semangat kebersamaan, kemampuan bekerja sama dan tanggung jawab sebagai kader,” ujarnya.
Diikuti 500 Peserta
Ketua Pelaksana Diklatlatsar Partai Gerindra Sumbar, Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari seluruh Sumatera Barat, termasuk kader DPC dan kalangan anak muda.
Ia menyebut diklat tersebut bertujuan membentuk karakter kader yang solid, disiplin, berintegritas, berwawasan, serta memahami platform dan cita-cita perjuangan partai.
“Tujuannya adalah kita ingin membentuk karakter kader yang solid, yang berdisiplin, berintegritas, berwawasan, dan paham mengenai platform perjuangan partai serta cita-cita partai,” kata Hidayat.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi mengenai AD/ART Partai Gerindra, manifesto perjuangan, yel-yel, hingga Mars Perjuangan Partai.
Peserta juga berkesempatan berinteraksi dengan pimpinan partai dari lingkungan eksekutif maupun legislatif.
“Kita sangat egaliter, membaur, dan juga melakukan komunikasi dan koordinasi. Ketika kader-kader itu bisa memahami bagaimana manifesto perjuangan partai, itu intinya,” ujarnya.
Hidayat mengatakan diklat juga diarahkan untuk membentuk kader yang disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki semangat gotong royong.
Ia berharap para kader nantinya dapat menjadi ujung tombak partai di tengah masyarakat, termasuk dalam menyampaikan informasi mengenai sejumlah program strategis nasional.
“Kita berharap juga ujung tombak di bawah memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait program strategis nasional seperti MBG, KDMP, termasuk juga penegakan hukum, termasuk juga dalam rangka untuk kedaulatan bangsa yang lebih hebat ke depan,” katanya.
Diklat Laskar Kader Partai Gerindra Sumbar dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (20/9). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan pengaderan untuk memperkuat kapasitas, karakter, dan pemahaman kader Partai Gerindra di Sumatera Barat.(Jamal)